Al-lampuni’s Blog

Ney

Disusun oleh: Neyzen al-Lampuni

Ney (bahasa Persianya: نی; Arab: ناي; Turki: ney) adalah sejenis seruling yang ditiup dari ujung atasnya yang menonjol. Ney adalah instrumen musik yang sangat kuno, dengan penggambaran pemain Ney muncul dalam lukisan-lukisan dinding piramid-piramid Mesir dan Ney secara aktual ditemukan dalam penggalian di kota tua Sumeria “Ur” yang sekarang terletak di propinsi Dhi Qar negara Iraq. Hal ini menunjukkan bahwa Ney selama 4,500-5,000 tahun dimainkan terus-menerus, menjadikannya salah satu alat musik tertua yang masih digunakan. Ney Ini adalah pelopor suling modern.

Baca entri selengkapnya »

Kudsi Ergüner memainkan Suling “Ney” dengan irama Segah,  Selamat mendengarkan!

This title is taken from Kudsi Erguner’s album “Islam Blues” (2001/Turkey)

Judul irama ini berasal dari Album Kudsi Erguner “Islam Blues” (2001/Turki)

Selamat menikmati!

This title is taken from Kudsi Erguner’s album “Islam Blues” (2001/Turkey)

Perjuangan Malaya Untuk Melayu/Indonesia Raya

Berangkat dari konflik Indo-Malaysia tentang pelbagai hal,  maka saya akan mengangkat di blog ini beberapa Orpol (organisasi politik) dan riwayat pejuang Malaya yang berjuang untuk membentuk Republik Melayu/Indonesia Raya pada tahun 1945 yang berakhir dengan kegagalan.

Salah satu dari Orpol itu antara lain : PKMM (Parti Kebangsaan Melayu Malaya) sedangkan Pejuang-pejuang itu:

Ahmad Boestamam, Shamsiah Fakeh, Mokhtaruddin Lasso dan Dr. peta1Burhanuddin Helmi

Tujuan dari tulisan-tulisan yang akan diangkat adalah menumbuhkan rasa persaudaran Kita Indonesai dengan Malaysia dan supaya segala permaslah diantara dua negara harus diselesaikan dengan semangat persaudaran menghindari solusi militer.

kudsi-erguner1 Kudsi Erguner

Kudsi Erguner adalah seorang pemain Ney (Suling Turki) pujaanku, dia merupakan Master dari Tarekat Maulawiyah. dia lahir di Turki tepatnya kota Diyarbakır pada tahun 1952. sebagai warisan ayahnya Ulvi Erguner yang merupakan pemain dari tarian sufi dari Tarekat Maulawiyah di setiap acara para Darwis.

Kudsi Erguner memulai karir musiknya pada Radio Istanbul tahun 1969. Bertahun-tahun dia mencari akar musik Turki Usamniyah yang kemuadian dia berinovasi, berkaraya dalam penampilan wajah baru musik modern Turkey. Pada tahun 70-an Kudsi Erguner berhijrah ke kota Paris yang pada tahun 80-an dia membuat institut Mualawiyah yang bertujuan untuk mengkaji dan mengajarkan musif sufi klasik. Bersama group Musik Kudsi Erguner, terus mengembangkan lebih dalam aneka musik klasik dan modern yang berasal dari budaya musik klasik musik Turki Usmaniyah.
Baca entri selengkapnya »